Penanganan Overstaying Lapas Binjai Lakukan Rapat Koordinasi Dan Penandatanganan Kerjasama Dengan Stakeholder

Binjai-lapasbinjai.com|| Persoalan overstaying yang ada di Lapas dan Rutan menjadi  masalah utama yang harus segera diperbaiki. Penyelesaiannya pun harus diselesaikan oleh berbagai pihak. Saat ini, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Binjai Maju Siburian terus berupaya mendorong zero overstay di Lapas binjai.

Hal ini disampaikan beliau kepada Institusi Penegak Hukum di Kota Binjai dalam hal ini terdiri dari unsur Pengadilan, Kejaksaan dan Kepolisian pada Penandatanganan Kerjasama terkait “Penanganan Overstaying Melalui Penguatan Data dan Kerjasama dengan Stakeholder di Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Binjai”, Senin (09/03).

Menurutnya, persoalan besar yang berpotensi jadi pemicu masalah di Lapas/Rutan. Pertama adalah masalah overload yang sudah menjadi laten di seluruh UPT Pemasyarakatan di Indonesia. “Seperti Lapas Binjai pada 09 Maret 2020 berjumlah 2.019 Orang dengan kapasitas 736 Orang dengan Tahanan 220 Orang dan Narapidana 1799, Overkapasitas lebih dari 200 %” ucap Maju. Selanjutnya overstay juga menjadi sumber masalah lain yang muncul, terkait habisnya masa penahanan.

Sementara perhari ini Lapas Binjai untuk Tahanan A1, A2, dan A3 Zero Overstay dan dari 220 Orang Tahanan, hanya 1 Orang Tahanan Pengadilan Tinggi (A IV) yang Overstay dari Tanggal 3 Januari 2020, dan saat ini masih Proses Kasasi. Sebab overstay tahanan terjadi akibat persoalan administrasi peradilan hukum yang tidak efektif, terkait masa penahanan di Lapas dan Rutan, Ujarnya. Oleh karena itu menurutnya, perlu dilakukan penandatangan kerjasama terkait penanganan Overstaying ini. Agar tidak terjadi persoalan di Lapas Binjai overstaying dan terjadi indikasi kerugian Negara karena terkait dengan konsumsi makanan yang disediakan untuk tahanan di Lapas Binjai” Ungkapnya.

Lebih lanjut, hal tersebut menjadi masalah sistemik dan tidak bisa diselesaikan oleh pihak Lapas Binjai saja. Tetapi harus melibatkan aparat penegak hukum lain. Khususnya instansi yang memiliki tahanan yang dititipkan dan ditempatkan Lapas Binjai. Dalam Rapat Koordinasi dan Penandatangan Kesepakatan Bersama Penanganan Overstaying Tahanan tersebut, turut dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Binjai dalam hal ini diwakilkan David Simareza, Kepala Kejaksaan Binjai yang diwakilkan oleh Kasi Intel Erwin Nasution, dan Kepala Kepolisian Resor Binjai yang diwakilkan oleh Kasat Tahti Mhd. Ali Siregar. Dalam Kata sambutan mewakili masing-masing Instansi sepakat Bahwa Perlu peningkatan mekanisme pelaksanaan Standar Operasional Prosedur yang disepakati aparat penegak hukum tentang pengembalian tahanan kepada pihak penahan untuk menekan angka overstaying tersebut. **(HUMAS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *